12 Penerapan Internet of Things serta Dampak untuk Umat Manusia

12 Penerapan Internet of Things serta Dampak untuk Umat Manusia

Penerapan Internet of Things (IoT) dalam kehidupan modern saat ini sangat banyak. Tidak hanya dalam rumah, tetapi juga luar rumah yang berkaitan dengan produktivitas manusia. Konon, IoT akan membantu dalam berbagai hal, termasuk bagaimana manusia itu bekerja.

Namun sebelum itu, ada baiknya memahami dan bagaimana sejarah kemunculan Internet of Things. Jika kecerdasan buatan atau artificial intelligence dipelopori pada Konferensi Dartmouth 1956, tak jauh beda dengan IoT.

Sebab, sejarah IoT tergolong masih cukup baru, berdasarkan penelitian dari Jurusan Informatika, Universitas Islam Indonesia melalui informatics.uii.ac.id. Internet of Things lahir pada 1999, istilah tersebut muncul oleh Kevin Ashton.

Kevin Ashton menggunakan istilah yang masih asing pada waktu itu, Internet of Things, banyak peneliti yang bertanya-tanya apa maksud istilah tersebut. Lantas, Ashton menjawab dengan sebuah presentasi untuk proyek sensor teknologi terbaru.

67 tahun sebelum Kevin Ashton mengemukakan istilah Internet of Things, tepatnya pada 1832 lalu, konsep perangkat terhubung (connected device) sebenarnya sudah ada. Perangkat itu adalah telegraf elektromagnetik, sebuah perangkat untuk mengirim berita atau teks dari jarak jauh langsung ke kertas.

Pengertian dan Penerapan Internet of Things (IoT)

Secara pengertian, IoT atau Internet of Things adalah sekumpulan perangkat, objek, atau things (sesuatu) yang terhubung ke sebuah jaringan internet. Maka dari itulah, dalam perangkat keras tersebut telah terintegrasi dengan berbagai komponen perangkat lunak.

Mulai dari adanya sensor, software, jaringan nirkabel, bahkan artificial intelligence untuk menghubungkan dan saling bertukar informasi melalui internet. Melihat sejarah IoT masa lalu di atas, sebenarnya praktik dan penelitian tentang topik ini sudah dimulai sejak abad 19, tepatnya sekitar tahun 1832 itu.

Alur penerapan teknologi ini adalah perangkat (IoT device) terhubung ke jaringan internet, data diolah di data center, hasilnya kembali melalui jaringan internet yang akan diterima oleh IoT device lagi. Data itu dapat berbentuk perintah, pengaturan, atau hal-hal lain tergantung jenis IoT device itu sendiri.

Uniknya, untuk menghasilkan teknologi IoT yang super canggih di zaman modern. Penerapan Internet of Things sudah menggunakan instalasi sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ada beberapa contoh IoT sederhana, seperti halnya perangkat device di teknologi rumah pintar (smart home).

Ragam Penerapan Internet of Things (IoT) dalam Kehidupan Umat Manusia

Berdasarkan sejarah dan pengertian IoT di atas, berikutnya apa saja contoh Internet of Things yang populer saat ini. Telegraf elektromagnetik adalah salah satunya, yang sebenarnya sudah muncul sejak abad 19. Sekarang adalah abad 21, tentunya teknologi cerdas semakin berkembang pesat.

Di zaman sekarang, penerapan IoT sudah dalam nyaris semua bidang. Mulai dari bidang teknologi, pendidikan, kehidupan sosial, infrastruktur, kesehatan, keuangan, ritel, manufaktur, bahkan kehidupan pribadi berumah tangga.

Bukan tidak mungkin dengan perangkat IoT device tersebut, dapat menjalankan bisnis tanpa perlu pengoperasian di lapangan. Berikut ini beberapa contoh penerapan Internet of Things yang sudah Pusat Techno rangkum dari berbagai sumber.

1. Keamanan Smart Home

Sumber smarthomeworks

Supaya lebih memahami contoh penerapan IoT dalam sistem smart home, sekarang bayangkan sebuah markas Iron Man. Ya, ini serius, sebuah rumah yang memiliki teknologi canggih, lengkap dengan Jarvis sebagai artificial intelligence.

Pemilik rumah dapat memperoleh informasi keadaan sekitar, alarm jika ada masalah keamanan, hingga perintah suara. Di bawah ini beberapa peralatan keamanan yang ada di dalam smart home masa modern.

  • Energi management;
  • Smartphone alert;
  • Glass breakage detection;
  • Entry and motion detection;
  • Garage door control;
  • Alarm and siren activation;
  • Profesional monitoring;
  • Keyless entry;
  • Live video streaming;
  • Temperature control;
  • Remotely control appliances;
  • dan lain sebagainya.

Smart home security akan memberi ketenangan kepada pemilik rumah walaupun sedang berada di luar. Rumah mendapat kontrol penuh melalui setiap IoT device yang terhubung ke jaringan internet cloud.

2. Smart Robot Vacuum Cleaner

Sumber usatoday

Perangkat IoT device berikutnya lebih khusus dan kompleks, yaitu robot pintar yang melakukan tugas pembersihan di dalam rumah. Smart robot vacuum cleaner merupakan penerapan Internet of Things di dalam smart home.

Tugasnya sederhana, membersihkan rumah dengan menyapu dan mengepel berdasarkan perintah. Untuk memerintah robot ini, pemilik rumah cukup menggunakan HP saja. Kemudian jika tugasnya sudah selesai, smart robot vacuum akan membersihkan dirinya sendiri.

3. Smart Robot Waiter di Restoran

Sumber mirror

Tidak hanya di dalam rumah, penerapan robot sebagai bentuk IoT device juga ada di restoran. Smart robot waiter atau pelayanan robot pintar menjadi daya tarik bahwa restoran tersebut menggunakan teknologi modern saat melayani pelanggan.

Penggunaan robot sebagai pelayan restoran meningkat pesat sejak pandemi terutama di Jepang. Hal tersebut dimaksudkan karena robot mengurangi interaksi antar manusia. Tugasnya sebagaimana waiter umumnya, yaitu menanyakan pesanan, mengantar, hingga mengambil piring kotor.

4. Dapur Smart Home

Sumber smarthomeinsider

Penerapan Internet of Things berikutnya kembali ke rumah, berada di dapur yang memiliki fasilitas modern dan canggih. Contoh smart home kitchen adalah perangkat kulkas, yang bisa pengguna lihat apa saja isinya lewat HP.

Selain itu, IoT device di dapur lainnya terhubung dengan virtual assistant seperti Alexa. Jadi, pemilik rumah dapat mengontrol hanya menggunakan perintah suara. Misalnya, ingin menyalakan oven dengan mengucapkannya saja tanpa menyentuh.

5. Smart Driving Automatic

Sumber skoda-storyboard

Semua teknologi modern dalam Internet of Things ini sebenarnya sudah ada di dunia nyata, termasuk smart driving automatic. Teknologi ini ada di kendaraan mobil, mudahnya, mobil tersebut dapat mengantar pengemudi tanpa harus menginjak tuas gas dan rem. Pengemudi cukup setting tujuan di awal, maka mobil yang sudah mempunyai self driving siap mengantarkan dengan selamat ke tujuan itu.

Pengendara dapat melihat keadaan sekeliling dengan sensor yang ada di semua sisi mobil. Hal ini sudah umum di seluruh dunia, salah satu mobil tanpa awak yang bisa self driving adalah Tesla Model S. Sistem autopilot itu bahkan mampu memprediksi kemacetan hingga mencari rute terbaik.

6. Sistem E-Tilang di Traffic Light

Sumber nasdemjogja

Terlebih di Indonesia, sistem E-Tilang atau Tilang Elektronik merupakan contoh device IoT yang banyak masyarakat jumpai. Cara kerja sistem ini yaitu menangkap pelanggaran melalui kamera CCTV yang terpasang di traffic light.

Sistem yang berfokus pada identitas kendaraan (bukan pengemudi) ini, akan mengirimkan bukti pelanggaran melalui alamat email atau kantor pos. Bukti pelanggaran berupa foto, tanggal, tempat, serta tautan untuk informasi berapa jumlah denda pelanggaran.

7. Smart Robot Pemotong Rumput

Sumber theengineer

Robot pintar ini memiliki kemampuan berkebun yang apik, terutama untuk urusan memotong rumput. Penggunaan robot untuk urusan ini akan meminimalisir risiko terkena pisau pemotong yang tajam. Pengguna dapat langsung mengontrol tugas dan area pemotongan rumput hanya lewat HP.

Kecerdasannya tidak hanya berhenti pada sensor deteksi jika ada benda, orang, atau hewan di sekitarnya. Melainkan jika baterai robot ini habis, ia akan menghampiri pengisi daya sendiri. Kemudian, ia kembali melanjutkan pekerjaannya di titik terakhir yang ditinggalkan tadi.

8. Healthcare Monitoring Smartwatch

Sumber softwebsolutions

Orang yang memiliki smartwatch, pasti tahu dengan adanya fitur healthcare monitoring, namun belum tentu sadar bahwa fitur ini adalah bagian dari penerapan Internet of Things. Teknologi IoT masuk ke dalam jam tangan pintar, dapat memberi informasi tentang kesehatan penggunanya.

Beberapa data yang tampil ketika menggunakan jam tangan pintar dalam ranah kesehatan adalah tekanan darah, detak jantung, jumlah langkah, hingga kadar oksigen dalam darah. Informasi tersebut bekerja dengan sensor yang berada di bagian bawah, bersentuhan langsung dengan kulit pengguna.

9. Smart Shelves Vending Machine di Bisnis Retail

Sumber electronicpaymentsinternational

Melompat ke bidang bisnis retail, bahwa Internet of Things membantu dalam usaha jual-beli. Contoh paling gampang yaitu vending machine, yang merupakan mesin untuk berbagai produk (umumnya minuman dingin) yang dapat langsung dibeli.

Dalam penerapannya, mesin pengecer otomatis ini bisa menjual makanan ringan dan berbagai jenis minuman, hingga berbagai produk lainnya. Di zaman sekarang, vending machine sudah bisa menggunakan QR Code alih-alih harus memasukkan koin ke dalam mesin.

10. Smart Lamp di Rumah

Sumber eraspace

Lampu pintar rumah, menjadi bagian dari Internet of Things yang sudah sama-sama populer. Sistem lampu ini dapat mengatur berapa intensitas cahaya yang keluar, apakah terang sekali, redup, atau mati. Dapat menggunakan perintah suara dengan ucapan, maupun perintah dengan tepuk tangan.

Lebih jauh lagi, penghuni rumah saat berada di luar, bisa dengan gampang mengatur lampu rumahnya. Cara setting smart lamp dari jarak jauh adalah dengan HP, kontrol lampu rumah yang sudah terintegrasi dengan jaringan kabel maupun nirkabel sepenuhnya.

11. Robot Penyiram Tanaman Otomatis

Sumber digitaltrends

Sedangkan untuk bidang pertanian, ada robot yang secara otomatis menyemprotkan air untuk tanaman. Robot penyiram tanaman otomatis tersebut bisa untuk dipasang di kebun, pekarangan rumah, atau tempat lain yang membutuhkan air.

Ada yang menggunakan sensor pendeteksi kelembaban tanah, kontrol pewaktu otomatis, atau bekerja berdasarkan titik pengaturan tertentu. Penerapan Internet of Things ini terdapat banyak jenis robot penyiram yang tersedia di pasaran. Tergantung pada tugas serta jenis penggunaan untuk tanaman apa.

12. Smart Home: Heating and Cooling

Sumber mit.edu

Demi meningkatkan kenyamanan berada di dalam rumah, heating and cooling ini sangat berguna. Sistemnya mirip dengan AC, namun memiliki kontrol otomatis yang menyesuaikan berdasarkan sensor suhu. Penghuni rumah bisa memilih ruangan mana yang lebih dingin, panas, atau standar.

Selain itu, sensor dari sistem IoT ini juga mendeteksi di mana ada manusia, yang akan langsung memberikan kenyamanan di ruangan tersebut. Ada banyak sekali penerapan IoT sederhana di rumah, apalagi di luar rumah yang berkaitan dengan aktivitas manusia.

Berdasarkan pengertian dan contoh Internet of Things di atas, bagaimana dampaknya untuk umat manusia? IoT pada dasarnya diciptakan agar memudahkan kegiatan, bukan sebaliknya. Meski begitu, tetap harus selektif dalam memilih mana teknologi canggih yang berguna, bukan teknologi yang justru merepotkan.

Itulah penerapan Internet of Things yang populer hingga saat ini. Faktanya, konsep teknologi IoT dan artificial intelligence sebenarnya sudah ada sejak setengah abad yang lalu. Semoga membantu, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *